• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Pesan Berani dari Ayatollah: Ancaman Bom ke Trump Justru Jadi Titipan Khusus!

img

Kabarterkini.my.id Dengan nama Allah semoga kalian selalu berbahagia. Di Sesi Ini saya ingin berbagi pandangan tentang Politik, Keamanan, Hubungan Internasional, Pemberitaan، Isu Kontroversial yang menarik. Konten Yang Menarik Tentang Politik, Keamanan, Hubungan Internasional, Pemberitaan، Isu Kontroversial Pesan Berani dari Ayatollah Ancaman Bom ke Trump Justru Jadi Titipan Khusus Pastikan Anda mengikuti pembahasan sampai akhir.

Kebijakan Luar Negeri AS dan Reaksi Iran

Pada masa jabatan pertamanya antara tahun 2017 hingga 2021, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk menarik negara tersebut dari kesepakatan nuklir yang dibentuk pada tahun 2015. Kesepakatan ini melibatkan Iran dan sejumlah negara besar dunia yang menetapkan batasan ketat terhadap aktivitas nuklir Iran, sebagai imbalan atas pengurangan sanksi yang dialami oleh negara tersebut.

Berdasarkan pernyataan dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, ancaman terbuka untuk melakukan 'pengeboman' yang dilontarkan oleh seorang kepala negara kepada Iran sangatlah mengejutkan. Pernyataan tersebut dianggap sebagai penghinaan terhadap nilai-nilai yang dihormati dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Sebagai tanggapan atas surat yang dikirim oleh pemerintah AS, Presiden Majelis Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan pada hari Minggu bahwa Iran tidak bersedia untuk melakukan negosiasi secara langsung dengan Washington. Namun, mereka tetap terbuka untuk melanjutkan pembicaraan yang bersifat tidak langsung, dengan merujuk pada keputusan yang diambil oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Tanggapan Iran Terhadap Ancaman AS

Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh tekanan dari AS, terutama apabila Washington memiliki niat untuk menciptakan kekacauan di dalam negeri, mirip dengan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pezeshkian menambahkan bahwa rakyat Iran akan siap untuk menghadapi setiap upaya tersebut.

“Kekerasan melahirkan kekerasan, sementara perdamaian akan melahirkan perdamaian,” ungkapnya, menekankan pentingnya dialog yang konstruktif dalam menghadapi situasi yang semakin kompleks ini. Sementara itu, negara-negara barat terus melontarkan tuduhan bahwa Iran memiliki agenda rahasia untuk mengembangkan kemampuan senjata nuklir dengan memperkaya uranium hingga mencapai tingkat kemurnian yang tinggi, melebihi ambang batas yang diizinkan untuk program energi nuklir sipil.

Ancaman Pengeboman dan Sanksi AS

Mengacu pada berita dari Reuters, Trump kembali menegaskan ancamannya untuk melakukan serangan udara terhadap Iran jika negara tersebut tidak menerima tawaran negosiasi yang diajukan dalam surat kepada pemimpin Iran di awal Maret. Semenjak itu, Iran bahkan telah melampaui batasan yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir mengenai pengayaan uranium.

Pada hari Senin, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengungkapkan keyakinannya bahwa Amerika Serikat akan merasakan “pukulan keras” jika mereka berani melanjutkan rencana ancaman pengeboman tersebut. Kejadian ini menambah ketegangan yang sudah ada antara dua negara ini, terutama setelah kerusuhan yang terjadi baru-baru ini di Iran, termasuk protes terkait kematian Mahsa Amini pada tahun 2022-2023, serta protes besar-besaran pada tahun 2019 akibat kenaikan harga bahan bakar.

Menanggapi situasi ini, pemerintah Iran menuduh negara-negara Barat menjadi penyebabnya, memperparah ketegangan dan menciptakan ketidakstabilan di dalam negeri. Sikap tegas yang diambil oleh Khamenei dan pejabat Iran lainnya menunjukkan bahwa mereka bersikap defensif dan bersiap menghadapi setiap tindakan lanjutan dari pihak AS.

Sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintah Trump menciptakan kondisi yang semakin sulit bagi Iran dan menjadi salah satu pokok perdebatan dalam politik internasional. Kesepakatan nuklir yang sempat memberikan harapan untuk stabilitas kini berada pada titik kritis, dengan masing-masing pihak saling mengeluarkan ancaman yang dapat berdampak besar bagi perdamaian dunia.

Terima kasih telah membaca tuntas pembahasan pesan berani dari ayatollah ancaman bom ke trump justru jadi titipan khusus dalam politik, keamanan, hubungan internasional, pemberitaan، isu kontroversial ini Semoga artikel ini menjadi langkah awal untuk belajar lebih lanjut tingkatkan pengetahuan dan perhatikan kesehatan mata. Jika kamu suka Sampai jumpa lagi

© Copyright 2024 - Berita Terkini
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Close Ads